Indriyana Saputri

Sumber : http://genkacyber-pkp.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-efek-bintang-keren-pada.html#ixzz2SUeRMS1N



A.
    MENGENAL PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

1.      Menceritakan Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya
      Dalam Perang Dunia II , Jepang dinyatakan kalah dari sekutu. Sekutu mendarat di Semarang dipimpin oleh Brigadir Jendral Betheli. Mendarat pada tanggal 20 Oktober 1945.  Sementara itu, pasukan sekutu yang mendarat di surabaya dipimpin oleh Jendral AWS Mallaby pada tanggal 25 Oktober 1945.
Pasukan Sekutu datang ke Indonesia bertugas untuk mengurusi tentara Jepang. Namun kedatangannya disertai NICA (Netherland Indies Civil Administration). Tentara NICA adalah tentara belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia.
      Perang 10 November 1945 di Surabaya . Pada awalnya , kedatangan sekutu hanya bertujuan untuk melucuti senjata tentara jepang dan membebaskan tawanan perang. Akan tetapi kemudian sekutu menyerbu penjara kalisosok, surabaya dan membebaskan beberapa perwira Belanda yang ditawan disana.Tindakan sekutu kemudian adalah menyebarkan selebaran (pamflet) yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjatanya dalam waktu 2x24 jam . Pasukan sekutu juga menduduki pangkalan udara dan gedung-gedung penting.
      Rakyat Surabaya yang dikenal dengan Arek-arek Surabaya kemudian menyerang sekutu. Pertempuran terjadi selama 2 hari, dan rakyat Surabaya berhasil merebut gedung-gedung yang telah diduduki oleh sekutu. Pada tanggal 29 Oktober 1945 , Presiden Soekarno, Drs.Moh.Hatta dan Mr.Amir Syarifudin tiba di Surabaya. Pada hari itu juga dicapai kesepakatan antara Indonesia dan Sekutu untuk mengadakan gencatan senjata (penghentian tembak menembak).
Tanggal 9 November 1945 , sekutu mengeluarkan peringatan (ultimatum). Peringatan itu berisi agar para pemimpin dan rakyat Indonesia yang bersenjata melapor dan menyerahkan senjatanya.Tanggal 10 November 1945 Surabaya diserang dari Darat, Laut dan Udara. Pertempuran hebat pun terjadi, dipimpin oleh Bung Tomo . Pejuang Surabaya menyingkir dan mulai melakukan perang Gerilya. Untuk memperingati kepahlawanan para pejuang surabaya, maka ditetapkan tanggal 10 November sebagai hari Pahlawan. Dan kota Surabaya juga mendapat julukan sebagai kota pahlawan.

2.      Membuat Laporan tentang Peristiwa-Peristiwa dalam Rangka Mempertahankan Kemerdekaan di Daerah

Pertempuran mempertahankan kemerdekaan juga terjadi di berbagai daerah di seluruh nusantara.
a.       Pertempuran Lima Hari di Semarang
Pada tanggal 14-18 Oktober 1945, di semarang terjadi pertempuran hebat antara pejuang Indonesia dengan tentara Jepang. Pertempuran tersebut kemudian dikenal dengan pertempuran Lima Hari. Untuk memperingatinya,maka dibangun sebuah tugu yang diberi nama Tugu Muda.
Satu diantara pahlawan yang berjasa dalam pertempuran Lima Hari adalah Dr.Kariadi. Kini namanya diabadikan dalam sebuah Rumah Sakit  di Semarang , Jawa Tengah , yaitu RS Dr.Kariadi.
b.      Pertempuran Ambarawa
Pertempuran juga terjadi di kota Ambarawa , yang terletak di antara Semarang dan Magelang , Jawa Tengah. Pertempuran Ambarawa dimulai pada tanggal 20 November 1945 antara pasukan TKR ( Tentara Keamanan Rakyat ) dengan Sekutu. Pada tanggal 26 November 1945 , Letnan kolonel Isdiman yang memimpin pasukan TKR gugur, yang kemudian digantikan oleh Kolonel Soedirman, panglima divisi di wilayah Purwokerto.
Kemudian pada tanggal 12 Desember 1945, pasukan Indonesia menyerang sekutu di Ambarawa dari berbagai arah. Kota Ambarawa berhasil dikepung selama 4 hari. Akhirnya pada tanggal 15 Desember 1945, pasukan sekutu dapat dipukul mundur dan meninggalkan Ambarawa.
Untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Ambarawa , dibuatlah Monumen Palagan Ambarawa.


c.       Pertempuran Medan Area
Terjadi di Medan, pada tanggal 10 Desember 1945 antara Belanda yang dibantu oleh sekutu melawan para pejuang medan.
Diawali ketika pasukan sekutu yang dipimpin oleh Brigadir Jendral T.E.D. Kelly tiba di Medan pada tanggal 9 Oktober 1945 . Tujuan kedatangan Mereka adalah untuk membebaskan tawanan belanda. Tanpa sepengetahuan pemerintah indonesia , sekutu mempersenjatai tawanan Belanda tersebut dan membentuk pasukan “Medan Batalyon KNIL”. Kedatangan pasukan sekutu juga disertai oleh pasukan NICA.
Oleh karena itu, pemuda segera membentuk divisi TKR di Medan. Pertempuran pertama terjadi pada tanggal 13 Oktober 1945. Kemudian sekutu mengeluarkan peringatan yang melarang rakyat membawa senjata . Semua senjata harus diserahkan kepada sekutu.
Pada tanggal 1 Desember 1945 sekutu memasang papan-papan bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area” (Batas resmi wilayah medan) diberbagai sudut kota Medan. Karena hal inilah pertempuran yang terjadi di Medan ini dikenal dengan nama Pertempuran Medan Area.
Pertempuran besar antara pasukan TKR dengan Sekutu terjadi pada tanggal 10 desember 1945 . Pasukan TKR pada waktu itu dipimpin oleh Kolonel Achmad Tahir.
d.      Bandung Lautan Api
Pasukan sekutu datang ke kota bandung sekitar Oktober 1945. Saat itu para pejuang Bandung sedang melakukan perampasan senjata Jepang. Pasukan Sekutu mengeluarkan peringatan ( Ultimatum ) yang berisi agar Bandung bagian utara dikosongkan paling lambat 29 November 1945 . Peringatan tersebut tidak dipatuhi oleh rakyat bandung sehingga sering terjadi bentrokan senjata.
Pada tanggal 23 Maret 1946, datang perintah dari Pemerintah Indonesia di Jakarta untuk mengkosongkan kota Bandung. Dengan berat hati para pejuang melaksanakan perintah tersebut. Namun sebelumnya, mereka membumihanguskan Bandung bagian selatan. Maksudnya adalah supaya tentara Sekutu tidak dapat memanfaatkan bangunan-bangunan yang ada di kota Bandung. Peristiwa bumi hangus ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api.Dalam peristiwa ini , gugur seorang pahlawan , bernama Mohammad Toha.
e.       Perundingan Linggarjati
Karena pertempuran yang tak kunjung berhenti maka diadakanlah perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Perundingan dilaksanakan tanggal 10 November 1946 di Linggarjati, sebelah Selatan Cirebon. Pihak Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir, pihak Belanda dipimpin oleh Van Mook.
Perundingan selesai pada tanggal 15 November 1946 . Naskah hasil perundingan resmi ditandatangani pemerintah kedua negara pada tanggal 25 Maret 1947 .  Namun hasil perundingan ini merugikan pihak Indonesia.
Isi Perjanjian Linggarjati adalah sebagai berikut :
                                                       I.            Belanda hanya mengakui kekuasaan RI atas Jawa, Madura, dan Sumatra.
                                                    II.            Republik Indonesia dan Belanda akan membentuk Negara Indonesia Serikat yang terdiri  atas Negara Republik Indonesia , Negara Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan.
                                                 III.            Negara Indonesia Serikat dan Belanda merupakan suatu uni yang dinamakan Uni Indonesia-Belanda dan diketuai oleh Ratu Belanda.

3.      Menceritakan Agresi Militer Belanda Terhadap Republik Indonesia
Agresi militer adalah penyerangan dengan kekuatan senjata oleh suatu negara terhadap negara lain. Agresi Militer Belanda terhadap Indonesia berarti penyerangan Belanda terhadap Indonesia.
Agresi Militer Belanda terjadi pada tanggal 21 Juli 1947 yang disebut dengan Agresi Militer Belanda I.  Penyerangan terjadi ketika Belanda melakukan serangan serentak terhadap wilayah-wilayah Indonesia. Belanda menggempur Jawa dan Sumatera.
Para pejuang Indonesia tetap berani menghadapi Belanda walaupun perlengkapan senjata merekan sangat sederhana. Taktik perang yang mereka lakukan adalah taktik Gerilya. Taktik gerilya adalah cara menyerang musuh secara tiba-tiba ,lalu dengan cepat menyingkir sebelum musuh sempat membalas.
Pada tanggal 1 Desember 1947 , Dewan keamanan PBB  bersidang dan memerintahkan untuk menghentikan tembak-menembak , dalam persidangan tersebut Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan Haji Agus Salim. Akhirnya pada tanggal 4 Desember 1947 Indonesia dan Belanda menyetujui untuk menghentikan tembak-menembak . Dengan kesepakatan ini maka secara resmi Agresi Militer Belanda I berakhir.
PBB kemudian membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) untuk membantu penyelesaian masalah Indonesia-Belanda . Komisi ini terdiri dari 3 negara, Yaitu : Australia (dipilih oleh Indonesia) , Belgia (dipilih oleh Belanda) , dan Amerika Serikat (dipilih oleh Australia dan Belgia). Kemudian di adakan perundingan diatas Kapal Renville milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Indonesia diwakili oleh Mr.Amir Syarifudin , Belanda diwakili oleh R.Abdul Kadir Widjojoatmodjo. Wakil Australia adalah Richard C.Kirby. Wakil Belgia adalah Paul van Zeeland . Wakil Amerika Serikat adalah Frank Porter Graham . Perjanjian Renville ditandatangani pada 17 Januari 1948 . Namun karena perjanjian tersebut,membuat wilayah Indonesia menjadi semakin sempit.
Isi Perjanjian Renville :
ü  Belanda hanya mengakui wilayah RI atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat dan Sumatra.
ü  Tentara Republik Indonesia ditarik mundur dari daerah-daerah yang telah diduduki oleh Belanda.
       Agresi Militer Belanda I, dan pemberontakan PKI Madiun membuat pasukan RI menjadi lemah. Hal ini dimanfaatkan oleh Belanda untuk kembali melancarkan agresinya yang kedua. Agresi Militer Belanda II ini terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 . Serangan dilancarkan sejak pukul 06.00  oleh pasukan terjun payung Belanda di Lapangan Terbang Maguwo , Yogyakarta. Dari Maguwo, mereka menuju kota Yogyakarta dan berhasil menduduki ibu kota RI ini. Pasukan TNI berusaha menahan serangan ini dengan sekuat tenaga , namun kekuatan yang tidak seimbang membuat mereka terdesak. Atas perintah panglima Besar Jendral Sudirman , pasukan TNI ditarik mundur ke hutan dan kemudian melakukan perang gerilya. Untuk menarik simpati masyarakat Yogyakarta , Belanda menyebarkan propaganda bahwa Agresi Militer Belanda II merupakan usaha Belanda untuk membebaskan Sultan Hamengkubuwono IX  dan masyarakat Yogyakarta dari pendudukan RI . Belanda tidak menyadari bahwa sejak awal kemerdekaan RI, Sultan Hamengkubuwono IX beserta masyarakat Yogyakarta telah menyatakan diri bagian dari NKRI ini. Akhirnya propaganda Belanda ini tidak berhasil.
Semula Belanda mengira riwayat pemerintah RI telah berakhir, sebab mereka telah menguasai ibu kota Yogyakarta dan menahan serta mengasingkan para pemimpin RI . Namun perkiraan Belanda tersebut meleset. Sebab sebelum ditangkap, Perdana Menteri Moh.Hatta mengirim mandat dengan telegraf kepada Mr.Syarifudin Prawiranegara lewat radio. Berisi agar Mr.Syafrudin Prawiranegara mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Dengan berdirinya PDRI , usaha Belanda untuk melenyapkan RI pun tidak berhasil.Sementara itu pasukan RI dibawah pimpinan Panglima Besar Jendral Sudirman terus melakukan gerilya ke hutan. Dalam keadaan darurat seperti ini, pimpinan TNI menginstruksikan kepada semua komandan TNI melalui Surat Perintah Siasat No.I Bulan November 1948 untuk :
Ø  Memberikan kebebasan kepada setiap komandan untuk melakukan serangan terhadap posisi militer Belanda.
Ø  Memerintahkan kepada setiap komandan untuk membentuk kantong-kantong pertahanan ( Wehrkreise ).
Ø  Memerintahkan agar semua kesatuan TNI yang berasal dari daerah pendudukan untuk segera meninggalkan Yogyakarta dan kembali kedaerah masing-masing.
            Pertahanan daerah Yogyakarta dan sekitarnya diserahkan sepenuhnya kepada TNI setempat (daerah Wehrkreise III) yaitu Brigade 10 dibawah pimpinan Letkol Suharto.Dalam hal ini peran Sultan Hamengkubuwono IX bersama rakyat Yogyakarta sangat besar karena mereka membantu menyediakan makanan bagi para gerilyawan. Dengan demikian mereka dapat bertahan cukup lama dihutan. Bahkan pada tanggal 1 maret 1949 para pejuang tersebut mampu mengadakan serangan umum ke kota Yogyakarta.
Serangan 1 Maret 1949 ini merupakan salah satu pelaksanaan dari Surat Perintah Siasat No.1/1948. Serangan 1 Maret ini diakui oleh masyarakat Internasional dan Belanda sebagai strategi militer yang luar biasa. Dengan pendudukan Kota Yogyakarta oleh TNI selama 6 jam, kita telah mampu menghapus semua propaganda Belanda yang menyatakan Indonesia telah lenyap dari muka bumi. Keberhasilan Serangan Umum ini merupakan kerjasama dari seluruh pejuang RI (Kaum Republiken).
Serangan umum dibagi menjadi lima sektor , yaitu sektor barat dipimpin Letkol.Ventje Sumual, sektor utara dipimpin Mayor Kusno,sektor timur dan selatan dipimpin oleh Mayor Sarjono, dan sektor kota dipimpin oleh Letnan Amir Murtono bersama Letnan Marsudi. Karena serangan ini dilaksanakan secara mendadak , dengan mudah para pasukan TNI dapat menduduki kota Yogyakarta . Setelah 6 jam menduduki kota Yogyakarta, sekitar pukul 12.00 pasukan TNI masuk hutan kembali untuk menghindari serangan balik dari Belanda. Pendudukan ini memberikan arti politik dan militer yang sangat besar , antara lain sebagai berikut :
ü  Meningkatkan rasa percaya diri dan semangat juang pasukan TNI.
ü  Meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap kemampuan TNI.
ü  Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa TNI masih mempunyai kekuatan yang besar dan pemerintah RI belum runtuh.

B.    MENGHARGAI JASA PARA TOKOH DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

1.      Menceritakan Pengakuan Kedaulatan Indonesia oleh Belanda

Indonesia menjadi bangsa yang merdeka sejak proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dan menjadi negara merdeka dan berdaulat pada tanggal 18 Agustus 1945 ketika PPKI mengesahkan UUD 1945 dan menetapkan presiden. Namun demikian, Belanda masih belum mengakui kemerdekaan Indonesia itu. Belanda melakukan dua agresi militer yang dikecam oleh dunia.Dipihak lain indonesia berusaha untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan . Strategi diplomasi dilakukan untuk mendapatkan pengakuan tersebut. Adapun Peristiwa yang mengantar kepada pengakuan kedaulatan indonesia , adalah sebagai beriku :
a)      Resolusi Dewan Keamanan PBB
Pada tanggal 28 Januari 1949, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan suatu resolusi (tuntutan) yang berisi antara lain :
ü  Indonesia dan Belnda harus menghentikan gerakan militernya,
ü  Belanda harus membebaskan para pemimpin Indonesia dan mengembalikan mereka ke Yogyakarta.
ü  Perundingan  antar Indonesia-Belanda akan dilakukan sesegera mungkin.
ü  KTN berganti nama menjadi Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia (dalam bahasa Inggris : United Nations Commision for Indonesia atau UNCI). Tugasnya adalah mengawasi jalannya perundingan dan mengatur pengembalian kekuasaan pemerintah Indonesia.

b)      Perundingan Rum-Royen
Dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 1949 antara Indonesia dengan Belanda di Jakarta. Utusan Indonesia dipimpin oleh Mr.Moh.Rum, sedangkan dari Belanda diketuai oleh Dr.Van Royen.
Hasil Perundingan Rum-Royen :
ü  Indonesia menghentikan perang gerilya
ü  Indonesia dan Belanda bekerjasama memulihkan perdamaian dan tertib hukum.
ü  Indonesia dan Belanda akan menyelenggarakan KMB di Den Haag , Belanda. Tujuannya adalah untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang nyata dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat.

c)      Konfrensi Meja Bundar (KMB)
Dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1949 sampai dengan 2 November 1949 . Menghasilkan keputusan sebagai berikut :
ü  Belanda segera mengakui Kedaulatan RIS paling lambat akhir Desember 1949.
ü  Penyerahan Irian Barat akan dilakukan dalam waktu satu tahun.
                 Pada tanggal 27 Desember 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan kepada RIS . Pihak Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri RIS Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan pihak Belanda diwkili oleh Wakil Tinggi Mahkota kerajaan Belanda Dr.A.H.J.Lovink.
Di Amsterdam juga dilangsungkan upacara penyerahan yang sama . Pihak Indonesia diwakili oleh Drs.Moh.hatta dan pihak Belanda diwakili oleh Ratu Yuliana.
                 Setelah itu bendera Belanda yang berwarna merah putih biru yang berkibar di Istana Merdeka Jakarta diturunkan dan diganti dengan bendera kebangsaan Indonesia yaitu Merah-Putih. Yang juga dikibarkan di Amsterdam Belanda.
                 Sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda , Presiden Soekarno dan para pemimpin lainnya pindah ke Jakarta . Pada tanggal 15 Agustus 1950 , pemerintah mengadakan rapat gabungan antara parlemen dan senat RIS . Diputuskan bahwa RIS diganti kembali menjadi NKRI.
2.      Menceritakan Peranan Beberapa Tokoh dalam Mempertahankan Kemerdekaan

a.       Sri Sultan Hamengkubuwono IX
            Adalah seorang Raja Yogyakarta yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 19 Agustus 1945, beliau menyatakan bahwa kesultanan Yogyakarta adalah bagian dari NKRI.
Bersama Sri Sultan Paku Alam VIII, beliau menyediakan halaman dalam istana sebagai tempat bersembunyi bagi para pejuang kemerdekaan dalam mengatur siasat perang gerilya. Jasa-jasa Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Berikut adalah beberapa diantaranya :
ü  Ketika Jakarta dalam keadaan tak menentu , Sri Sultan Hamengkubuwono IX menyarankan kepada presiden untuk memindahkan ibu kota ke Yogyakarta . Saran tersebut diterima. Akhirnyasejak tanggal 4 Januari 1946, pusat pemerintahan RI berada di Yogyakarta.
ü  Pada peristiwa serangan1 Maret 1949 di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakn salah seorang yang mengatur siasat perang .
ü  Pada tanggal 27 Desember 1949, ketika berlangsung pengakuan kedaulatan oleh Belanda di Jakarta, Sri Sultan mewakili Indonesia menerima kedaulatan dari Dr.Lovink , wakil pemerintah Belanda.
b.      Panglima Besar Jendral Sudirman
            Jendral Sudirman dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Purbalingga, Jawa Tengah . Beliau adalah tokoh pejuang dan pendiri TNI. Sebelum menjadi tentara, Jendral Sudirman pernah menjadi guru di Sekolah Muhammadiyah. Setelah menamatkan pendidikan tentaranya, beliau diangkat menjadi Komandan Batalion PETA di Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Berikut adalah berbagai peran yang dilakukan oleh jendral Sudirman dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan :
ü  Setelah Indonesia merdeka, Sudirman ditugaskan diwilayah Banyumas dengan pangkat letnan. Dengan taktik diplomasi (berunding) , Sudirman berhasil mendesak pasukan Jepang menyerahkan senjatanya. Banyumas kemudian sepenuhnya dikuasai tentara Indonesia . Selanjutnya Sudirman diangkat sebagai Panglima Divisi V Banyumas.
ü  Semasa Jend.Sudirman menjabat sebagai Panglima Divisi V Banyumas, pasukan sekutu mendarat di Jawa Tengah . Sebagai panglima, beliau berusaha mempertahankan wilayahnya dengan taktik perang gerilya.
ü  Perang yang dilakukan beliau tidak hanya di Banyumas , namun meluas sampai Ambarawa. Di Ambarawa Jendral Sudirman beserta pasukannya berhasil memukul mundur pasukan sekutu (tentara Inggris) hingga kembali ke Semarang.
ü  Pada tanggal 18 Desember 1945 Jend.Sudirman dilantik dan diangkat sebagai Panglima Besar TKR oleh presiden Soekarno dan pangkatnya naik menjadi Jendral.
                 Jendral Sudirman bertugas menyusun organisasi TKR dan memimpin perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Bersama Letnan Jendral Urip Somoharjo , Jend.Sudirman mengubah TR menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia). Pada tanggal 3 Juni 1947, TRI kembali berganti nama menjadi TNI.
c.       Bung Tomo
            Bung Tomo merupakan tokoh pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Ia terkenal gagah berani dalam melawan penjajah. Dengan arek-arek Suroboyo lainnya , Bung Tomo menolak ancaman sekutu yang menyebabkan diserangnya kota Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Sikap kepahlawanan arek-arek Suroboyo yang dipimpin oleh Bung Tomo pada tanggal 10 November 1945 diperingati sebagai Hari pahlawan dan kota Surabaya mendapat julukan sebagai Kota pahlawan.

Leave a Reply

Sponsors

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts